banner 728x90

Airwallex Menutup Penggalangan Dana Series B Senilai $80 Juta

Spread the love

SINGAPURA, INDEPNEWS.Com – Perusahaan pembayaran internasional, Airwallex hari ini mengumumkan penutupan penggalangan dana Series B dengan sukses. Perusahaan tersebut saat ini telah memperoleh US$80 juta investasi dari luar, sehingga total penggalangan dana menjadi US$102 juta, 3 Juli 2018.

Pada kesempatan ini, investor Series A yang kembali, Tencent dan Sequoia China bergabung dengan Hillhouse dari Cina, Horizons Ventures Sir Ka-Shing Li dari Hong Kong, Central Capital Ventura (BCA) dari Indonesia dan Square Peg dari Australia, yang telah bermitra dengan Airwallex pada bulan Desember dengan pendanaan Series A+ bernilai US$6 juta.

Pendanaan baru akan digunakan untuk memperluas operasi secara global, dengan fokus khusus di Asia Tenggara untuk menyampaikan ‘dream factory model’ yang telah diprakarsai oleh Airwallex.

Sebagaimana dijelaskan oleh COO dan Co-Founder Lucy Liu, “Model ini berfokus pada pemberian solusi menyeluruh – bukan hanya FX dan pembayaran — sehingga memungkinkan klien kami mempercepat pertumbuhan global mereka dan membuka diri terhadap pasar yang baru.”

Sequoia yang berlokasi di Cina telah membuktikan keyakinan yang kuat pada kemampuan perusahaan dalam mengubah cara dunia melakukan bisnis dengan wilayah, serta kembali berpartisipasi dalam penggalangan dana Airwallex.

Founder Sequoia Neil Shen mengungkapkan, “Dengan percepatan integrasi ekonomi global, valuta asing dan pembayaran lintas-batas telah mendapatkan perhatian yang lebih dari organisasi-organisasi. Kami percaya bahwa peningkatan solusi pembayaran lintas-batas Airwallex yang berkelanjutan dapat membantu perusahaan Cina mengatasi kendala, sehingga dapat mendemonstrasikan nilai mereka yang lebih baik dalam arena kompetisi global.”

Hubungan dengan Cina dan Asia Tenggara tetap pada inti bisnis. Distribusi global pendanaan Airwallex akan meningkatkan fokus mereka dalam wilayah tersebut; perusahaan tersebut telah memantau Singapura dan Hong Kong, serta akan memperluas kehadiran mereka dalam pasar asal perusahaan di Australia.

Singapura dengan cepat telah menjadi pasar utama yang penting bagi Airwallex. Tim mereka yang berlokasi di Singapura telah berkembang dengan cepat, menambahkan peran senior product and business development beberapa bulan belakangan ini, menunjukkan komitmen yang berkesinambungan dalam membangun tim lapangan yang khusus menyampaikan solusi spesifik pasar.

Di Hong Kong, dana akan disalurkan untuk mendorong inklusi keuangan bagi UKM di pasar, dan berupaya mendapatkan lisensi Virtual Banking di Hong Kong untuk mendukung ekosistem fintech secara global.

Airwallex akan menggunakan pendanaan baru untuk menumbuhkan pasar yang tepat bagi kumpulan produk baru serta mengatasi kendala yang dirasakan oleh UKM yang sedang mencoba berkembang secara internasional, namun terkendala oleh halangan pembayaran dan FX yang besar.

“Airwallex ingin mendukung bisnis dengan produk finansial yang mengagumkan,” ujar Lucy. “Dalam menyediakan solusi ini, kami berkeinginan menggerakkan industri tempat kami beroperasi. Kami menciptakan solusi sekali jalan yang lebih ramah biaya menggunakan teknologi yang disebarkan ke seluruh dunia.”

“Rancangan akhir kami adalah menyediakan jaringan global yang dibutuhkan bagi bisnis untuk meningkatkan skala secara global dan mengambil keuntungan dari kesempatan digital dan online yang ada saat Anda bertransaksi dalam berbagai pasar.”

Dibangun untuk memperkuat pembayaran valuta asing di seluruh dunia, platform Airwallex diperkuat oleh mesin FX dan pembayaran canggih serta model penetapan harga yang transparan untuk menghindari margin yang membesar dan meminimalisir risiko pasar. Platform tersebut mendukung ribuan transaksi per detik, menyediakan alternatif hemat biaya pada jaringan pembayaran yang ada,agar bisnis dapat melakukan pengotomatisan dan mengukur  alur kerja pembayaran internasional.

 

( MON )

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply