banner 728x90

Saat Jokowi Memimpin Pertumbuhan Perekonomiaan Indonesia Punya Catatan Kinerja Positif

Spread the love

JAKARTA, INDEPNEWS.Com – Jakarta Selasa tangal 08 April 2018 pukul 12:00 waktu setempat, tim media patner grup menerangkan langsung (BPS) Badan Pusat Statistik di Jakarta saat memberikan fakta serta keterangan bahwa dalam tiga tahun terahkir kepemimpinan pemerintah Jokowi-JK berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi quartal 1 (Januari-Maret) tahun 2018 mencapai 5,06%,persen.

“Kondisi tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi quartal 1 pada tahun 2016 dan 2017,” pada 2016 pertumbuhan ekonomi hanya 4,94% persen dan pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi hanya 5,01%,persen. Lapangan usaha yang meyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi tersebut yaitu,” usaha informasi dan komunikasi serta pergudangan bisa mencapai 8,59% (persen) dan jasa lainnya 8,42% (persen).

Sementara itu, sektor pertanian kehutanan dan perikanan sektor yang banyak dihuni oleh sebagian masyarakat Indonesia di level menegah ke bawah megalami pertumbuhan tertinggo dibandingkan quartal sebelumnya, Q IV (oktober-desember 2017) sektor ini tumbuh 16,36% Persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di sektor jasa keuangan dan asuransi yang hanya tumbuh sebesar 2,43%,persen. Selain itu pada Q1 2017, industri pegolahan megalami pertumbuhan 4,50% persen meningkat Q1 2016,yang mana hanya mencapai 4,28%,persen. Hal itu menandakan Imdonesia sudah mulai dapat keluar dari permasalahan ekonomi selama ini,yaitu hanya berkekuatan disektor hulu industri.

Peningkatam industri pengolahan tentu akan berdampak pada nilai tambah produk Indonesi. Hal itu salah satunya dapat dilihat dari permintaan yang menigkat dari domestik dan luar negri terhadap produk dari industri kulit,barang dari kulit dan alas kaki. Industri itu megalami pertumbuhan sebesar 4,94%,persen pada Q1 2018. Adapun dari sektor kosumsi rumah tangga, Q1 2018 juga mencatat signyal positif,yaitu tumbuh 4,95% ,persen lebih tinggi dibanding Q1 2017 yang hanya tumbuh 4,94%,persen.  Konsumsi rumah tangha menjadi faktor utama cendrung setabilnya perekonomian Indonesia yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi perekonomian global. Konsumsi rumah tangga meyumbang 56,80%,persen struktur PDB Indonesia.

Jika dilihat dari sektor wilayah pertumbuahn ekonomi Indonesia tumbuh paling tinggi di wilayah maluku dan papua. Pertumbuhan ekonomi di wilayah itu tumbuh sebesar 18,42%,persen,diikuti oleh wilayah sulawesi yang tumbuh sebesar 6,83%,persen. Hal itu semakin memperlihatakn komitmen pemerintahan Jokowi-JK yang mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pulau jawa,melainkan juga di wilayah timur Indonesia yang mana selama ini berpuluhan tahun tidak tersentuh oleh pembangunan.

 

(Jon/Red)

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply