banner 728x90

Diduga Salahgunakan BBM Bersubsidi PT Batu Mas Puger Dilaporkan ke Polda Jatim

Spread the love

JEMBER, INDEPNEWS.Com – Berawal dari temuan Tim Kordinator bidang pengawasan Barang dan Jasa (Korwas) DPK LPK-N Jember, mengenai dugaan menyalahgunakan BBM jenis Bio Solar bersubsidi pemerintah.

Dimana perusahaan pertambangan PT Batu Mas Puger Jember telah ditemukan mengkonsumsi bbm tersebut untuk kegiatan oprasional alat-alat berat yang ada di pertambangan tersebut.

Modus PT tersebut dengan cara pembelian memakai jerigen atau mengisi tangki Truck, besarannya 80 liter per armada setiap hari. Kemudian dari armada Truck tersebut di suling ulang untuk kepentingan bahan bakar alat beratnya berupa Bego dan lainya.

Pembelian BBM jenis Bio solar bersubsidi tersebut dia beli di SPBU Puger Jember yang tak jauh dari alamat perusahaan tambang tersebut. Pembelian BBM tersebut dilakukan oleh salah satu operator Bego setiap harinya.

Saat Tim Korwas LPKN mendatangi kantor PT. Batu Mas Puger Jember guna kepentingan klarifikasi dibenarkan oleh salah satu mandor / karyawan yang ada di sana.

Menurut pengakuaan mandor tersebut setiap harinya alat berat itu memakai Bio Solar bersubsidi pemerintah, yang dibeli dari SPBU Puger Jember sebanyak 80 liter perhari. Saat di konfirmasi ke Eko selaku Manager PT. Batu Mas Puger Jember juga membenarkan adanya pembelian Bio Solar bersubsidi itu di SPBU Puger Jember.

“Apakah perusahaan Managemen mengetahui adanya pembelian BBM tersebut? tanya Tim Korwas LPK-N DPK Jember”. Kemudian oleh Manajemen PT. Batu Mas Puger Jember, membenarkan atas transaksi pembelian Bio Solar bersubsidi pemerintah tersebut dan nota pembelian juga disetorkan ke pihak perusahaan. BBM jenis Bio Solar adalah bahan bakar yang disubsidi oleh pemerintah untuk keperluan masyarakat konsumen umum bukan untuk perusahaan.

Direktorat LPK-Nasional dalam hal ini selaku Lembaga Perlindungan Konsumen mengambil sikap tegas kepada para pelaku usaha dalam hal ini PT. Batu Mas Puger Jember yang telah melanggar aturan dan Undang-undang dari kejadian pihak kepolisian Polda Jatim untuk ditindak tegas sesuai UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan UU No 22 tahun 2001 tentang Migas dalam pasal 55 jo 56 dimana pelaku usaha dapat dijerat pidana kurungan 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60.0000.000.000.00 (Enam Puluh Milyar Rupiah).

Senada juga ditegaskan oleh Zainur Rofik, MHP selaku Presiden Direktur LPK-NASIONAL yang didampingi Setiyo Budi Direktur DPK LPK-N Jember serta Ari S Arifin Kepala Koordinator Departemen Korwas Pusat bahwa LPK-N tidak akan main-main dengan pelaku usaha yang nakal dan melanggar Undang-undang.

Maka dengan pembuktiaan keterangan berupa Video wawancara Tim LPK-N dan pihak PT. Batu Mas Puger Jember serta foto dokumentasi kegiatan pembelian serta pengisian ke alat berat di perusahaan tersebut, maka Direktorat LPK-NASIONAL melaporkan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut ke Polda Jatim yang diterima langsung oleh Kapolda Jawa Timur melalui Asisten Sekretaris Kapolda di ruangan Ditkrimsus Mapolda Jatim Jl Ayani 116 Surabaya.

 

(Hud/Korwas LPKN Pusat/Zainul Arifin)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan