banner 728x90

Putusan Sidang Disiplin Penembakan HP Wartawan oleh Oknum Polisi Hanya Diputus 2 Sanksi

Spread the love

MEMPAWAH, INDEPNEWS.Com – Sidang pelanggaran disiplin oleh anggota Polri Polsek Batu Ampar, pada Hari Selasa (27/02/2018) di Polres Mempawah terhadap terperiksa oknum polisi Bripka HP.

Sidang tersebut dihadiri oleh saksi korban dan para saksi yang melihat sewaktu kejadian, dan dihadiri oleh masyarakat, beserta Tokoh Masyarakat desa Muara Tiga Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Bahwa terbukti terperiksa oknum polsek Batu Ampar saudara Bripka HP telah melakukan pelanggaran disiplin polri dengan perbuatan berupa pada hari Kamis tanggal 07 Desember 2017 lalu. Sekitar pukul 09.00 WIB di lokasi perkebunanan sawit milik PT. Gerbang Benua Raya dengan melakukan pengerusakan HP milik Hendri Susantodengan cara menembak handphone menggunakan senjata api milik dinas kopolisian.

Atas pelanggaran tersebut hukuman disiplin terhadap anggota polri Bripka HP Kanit Sabhara Polsek Batu Ampar kesatuan Polres Mempawah. Pada hari Selasa tanggal 27 Pebruari 2018 pukul16.00 WIB dengan hukuman disiplin yakni Penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun dengan masa pengawasan selam 6 bulan. Setelah terhukum menjalankan hukuman disiplin. Ditetapkan di Mempawah tanggal 27 Pebruari 2018. Kepala Kepolisisan Resort Mempawah.

Wakapolres selaku pimpinanan sidang tersebut, sebelum ketuk palu, hakim mengingatkan kepada terperiksa wajib mengganti HP yang telah ditembak olehnya, dan dibicarakan di luar persidangan. Masyarakat dan Tokoh Masyarakat Desa Muara Tiga Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat merasa kecewa atas keterangan yang diberikan oleh terperiksa oknum polisi polsek Batu Ampar saudara HP di persidangan.

Bahwa keterangan yang disampaikan dalam persidangan disiplin tersebut tidak sesuai dengan data dan bukti-bukti di lapangan yang ditemukan masyarakat dan tokoh masyarakat yang telah disaksikan oleh Babinsa, dan Koramil Batu Ampar. Bahwa temuan masyarakat desa Muara Tiga atas kayu illegal di pinggir hutan dekat sungai, adalah kayu log. Yang panjangnya diperkirakan kurang lebih 4 meter. Berjumlah sekitar 200 batang log. Dan temuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepala desa. Dan disaksikan oleh Babinsa dan Koramil Kecamatan Batu Ampar. Dan kayu tersebut diperkirakan berasal dari Hutan Desa Muara Tiga.

Bahwa temuan tersebut dilaporkan kepada kepala desa Muara tiga, kemudian desa melakukan rapat pertemuan dengan aparat desa, beserta masyarakat. Dan kemudian dibuatkan berita acara atas temuan tersebut. Kemudian laporan tersebut disampaikan pada Kapolsek Batu Ampar dan Muspika lainnya untuk ditindaklanjuti secara hukum atas temuan kayu log illegal logging tersebut yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polsek Batu Ampar beserta oknum karyawan PT. Gerbang Benua Raya.

Bahwa terperiksa oknum polisi saudara HP anggota polsek Batu Ampar menjelaskan dalam sidang. Alasan dia melakukan illegal logging untuk mencari tambahan. Bahwa kayu tersebut untuk digunakan membangun sarang wallet. Dan kayu yang digunakan adalah kayu sudah jadi. Dalam bentuk papan dan kayu segi. Berjumlah kurang lebih 200 batang.

Bahwa keterangan yang diberikan terperiksa HP di dalam persidangan disiplin. Adalah kayu sudah jadi. Dalam bentuk kasau dan papan. Keputusan tersebut tidak sesuai dengan temuan masyarakat dan laporan masyarakat. Bahwa kayu yang ditemukan dalam bentuk log yang masih harus diolah. Keterangan yang diberikan terperiksa dalam persidangan adalah bohong dan membuat masyarakat dan tokoh masyarakat desa Muara Tiga kecewa, geram dan marah. Atas keterangan palsu yang diberikan terperiksa di persidangan disiplin tersebut, sedangkan foto bukti tumpukan kayu log terlampir.

Alasan terperiksa menembak HP saudara Hendri Susanto. Karena kayunya ditahan masyarakat. Terperiksa menjadi emosi dan menembak HP Hendri Susanto di lokasi perkebunan sawit. Terperiksa dalam keterangan di persidangan bahwa kayu yang diambil dari lokasi PT. Gerbang Benua Raya. Sedangkan laporan masyarakat temuan kayu log panjang kurang lebih 4 meter. Dan berjumlah kurang lebih 200 batang berasal dari lokasi hutan Desa Muara Tiga, bukan dari lokasi milik PT. Gerbang Benua Raya.

Keterangan Hendri Susanto setelah usai sidang. Bahwa laporannya yang dibuat dan disampaikan pada polsek Batu Ampar. Bahwa HP miliknya ditembak oleh oknum polisi dalam persidangan disiplin telah terbukti. Terperiksa dinyatakan bersalah telah melanggar disiplin polri. Dan telah diberikan sanksi mengenai kerusakan HP miliknya, karena Hendri Susanto. Profesinya selaku wartawan untuk tuntutan ganti rugi akan ditempuh secara jalur perdata. Dan sesuai dengan undang undang Pers Nomor : 40 tahun 1999. Pasal 18. Dan mengenai tuntutan ganti rugi dan sebagainya dia serahkan kepada Penasehat Hukum. Bapak Untung Suprapta, SH.

Mengingat sejak dilaporkanya oknum polisi polsek Batu Ampar tersebut pada tanggal 12 Desember 2017 lalu sampai dengan tanggal 27 Pebruari 2018 tidak pernah menghubungi pihak Hendri Susanto selaku korban. Atau melalui rekan korban dan teman korban untuk menindaklanjuti dari perbuatan terperiksa merusak HP milik wartawan online secara kekeluargaan. Hal tersebut tidak pernah dilakukan. Menurut Hendri Susanto maupun penasehat hukum korban, bahwa pelaku tidak punya niat baik terhadap korban.

Bahwa dalam persidangan korban telah memaafkan si pelaku. Dan si pelaku berkewajiban mengganti HP korban. Tetapi si Korban tidak wajib menerima penggantian HP miliknya seperti apa adanya.

Mengingat si korban adalah seorang wartawan yang setiap hari melaksanakan tugasnya di lapangan. Dan HP miliknya adalah alat perangkat kerjanya setiap hari. Yang wajib dibawa kemana-mana, dalam meliput, ataupun akan melakukan investigasi dan penyelidikan tentang sebuah kasus.

Dengan rusaknya HP miliknya si korban tidak bisa komunikasi dengan rekan kerjanya. Dan mengakibatkan terhambatnya tugas-tugas liputan pemberitaan yang akan disampaikan pada pimpinan redaksi.

( Yudha/Redaksi )

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply