banner 728x90

Oknum Polri Penembak HP Wartawan Kini Jalani Pemeriksaan DugaanDisiplin dan Kode Etik Polri

Spread the love

MEMPAWAH, INDEPNEWS.Com – terkait dengan adanya oknum Kepolisian yang melakukan penembakan handphone kepada salah seorang wartawan. Akhirnya oknum anggota kepolisian tersebut yang menjabat sebagai Kanit Sabhara Polsek Batu Ampar Polres Mempawah, Bripka HPS telah menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan disiplin dan atau kode etik profesi Polri oleh Propam Polres Mempawah pada Selasa (27/2) kemarin.

Bripka HPS menjani persidangan setelah dilaporkan oleh seorang wartawan online  bakinupdate.com yang menjabat sebagai Biro Kubu Raya ke Polres Mempawah pada tanggal 12 Desember 2017 lalu, karena telah menembak HP miliknya pada (7/12/2017) lalu, di Kabupaten Kubu Raya.

Pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran disiplin dan atau kode etik profesi Polri kali ini menghadirkan para saksi yaitu, Gustang (30), Supardi (45), Ilham (22), Usman (51) dan Saksi Pelapor Hendri Susanto (34).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban Hendri Susanto seorang jurnalis online Bakinupdate selaku korban pada saat kejadian, sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya di lapangan perkebunan kelapa sawit, tiba-tiba datang oknum anggota polisi yang bernama Bripka HPS. Diduga karena diintimidasi oleh pelaku dengan cara dibentak-bentak dan HPnya direbut paksa kemudian pelaku menaruhnya di tanah dan terus menembaknya sampai HP milik korban bolong. Tidak berhenti sampai disitu, pelaku kemudian membuangnya ke parit.

Tanpa tau sebab – musabab oknum polisi tersebut langsung marah-marah sambil berteriak  memanggil-manggil nama korban dengan bahasa yang kurang sopan.

Merasa dipanggil, korbanpun menghampiri Bripka HPS, kemudian Bripka HPS mengajaknya ke area yang berjarak 600 meter dari tempatnya berdiri. Dan langsung memaksa meminta HP korban sambil mengeluarkan pistol di pinggangnya.

Bahkan, pistol sedikit mengarah ke tubuh korban ketika oknum polisi tersebut melakukan gerakan mengeluarkan pistol. Karena merasa kaget dan merasa takut, korbanpun tanpa basa – basi langsung memberikan HPnya.

Setelah HP diambil oleh si pelaku, tanpa diduga, si pelaku tersebut langsung meletakkan HP korban di tanah dan tanpa basa – basi menembaknya sampai bolong, lalu membuangnya ke sungai atau parit. Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Batu Ampar dan Polres Mempawah.

Dugaan korban sementara, bahwa pelaku marah kepadanya karena korban menemukan beberapa kayu gelondongan di hutan rakyat yang diduga merupakan hasil ilegal loging dan korban melaporkannya kepada Kepala Desa serta Koramil setempat atas penemuan kayu ilegal tersebut.

Diduga oknum polisi tersebut ada kaitan erat dengan pemilik kayu yang diduga ilegal yang berhasil ditemukan oleh wartawan online atau si korban.

Ditambahkan Koorwil bakinupdate.com Kalbar, Yusran mengapresiasi langkah Polri dalam menindaklanjuti kasus tersebut. Ia berharap, UU Pers No 40 tahun 1999 digunakan juga dalam memproses hukum yang berkaitan dengan wartawan. Pasal 18  hukuman penjara dua tahun dan denda 200 juta bagi siapa saja yang menghalang-halangi tugas wartawan.

“Wartawan kita, Bung Hendri sedang menjalankan tugas pencarian informasi dalam rangka peliputan berkaitan dengan temuan kayu yang diduga hasil dari ilegal loging, kok tanpa ada angin, tiba-tiba tugasnya dihalang-halangi dan diintimidasi, dilecehkan bahkan HPnya ditembak sampai bolong,” ucap Yusran.

Bung Yusran berharap, ke depan tindak kekerasan, pelecehan terhadap wartawan tidak boleh terjadi lagi, karena wartawan mengemban tugas yang sangat mulia yakni menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta profesinya dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

(Redaksi/Bakinupdate.com)

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply