banner 728x90

Dua Begal Sadis Berhasil Dilumpuhkan di Bangkalan  

Spread the love

BANGKALAN, INDEPNEWS.Com – Aparat gabungan Polsek Tragah dan Satreskrim Polres Bangkalan, berhasil melumpuhkan Sonhaji (44) warga Desa Alang-Alang, dan dan Rohman (35) warga Desa Jaah, Kecamatan Tragah Bangkalan, Madura Jawa Timur, dengan peluru timah, karena mereka berdua adalah begal sadis yang sadis.

Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan ke lutut kaki kanan Sonhaji dan betis kaki kiri Rohman karena mereka berdua berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan saat mau ditangkap, Jumat 3 Maret 2018 waktu lalu.

“Kedua tersangka ini melakukan perampasan motor di tengah jalan. Tapi, setelah dilakukan pengembangan kami juga menemukan kunci T untuk membobol kendaraan,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha, Senin (5/3/2018).

Menurutnya, kedua tersangka membegal M Rizal (20) di Jalan Raya Alang-Alang, Kecamatan Tragah, Rabu 28 Februari 2018 sekitar pukul 13.00 WIB. Tersangka memepet dan memukul korban yang sedang mengendarai motor Honda Vario 125 warna hitam dengan nomor polisi L 4980 WV.

“Korban yang berstatus mahasiswa ini, motornya dirampas setelah tangan kanannya dipukul menggunakan senjata tajam jenis celurit ,” imbuhnya.

Anissullah menjelaskan, tersangka mengenali korban yang berasal dari Desa Tambin, Kecamatan Tragah itu. Korban diminta untuk menebus kendaraan yang dirampas seharga Rp 5 juta. Kemudian keluarga korban dan tersangka sepakat melakukan transaksi di belakang Pasar Patemon, Kecamatan Tanah Merah sore hari.

“Kami membuat skenario penjebakan untuk meringkus kedua tersangka. Mereka ditangkap malam hari di rumahnya ketika mau menyerahkan motor itu,” jelas Anissullah.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti dari kedua tersangka diantaranya, sepeda Motor Honda Vario 125 warna hitam dengan nomor polisi L 4980 WV, Honda Vario 125 warna putih dengan nomor polisi M 6321 J, dan Honda Revo warna hitam dengan nomor polisi L 6627 RG.

“Akibat perbuatan ya kini tersangka dijerat pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHP, dengan ancaman pidana 9 tahun penjara,” pungkasnya.

 

(Hsn)

banner 468x60
author

Author: