banner 728x90

Begini Tanggapan Wabup Visit Sumenep 2018 yang Jadi Sorotan  

Spread the love

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Program Visit atau Kunjungan wisata 2018, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada tahun ini kerap kali mendapat sorotan negatif. Salah satunya sorotan tersebut berasal dari kalangan mahasiswa.

Versi mahasiswa, program Visit tidak siap. Pemerintah terkesan tergesa-gesa. Sebab, infrastruktur menuju sejumlah objek wisata banyak yang rusak. Termasuk pula infrastruktur pariwisata lainnya, seperti pelabuhan banyak yang rusak.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan bahwa untuk mendatangkan banyak wisatawan baik lokal maupun wisatawan manca negara jangan menunggu siap.

“Kita jangan menunggu siap. Kalau menunggu siap, kapan akan siap,” katanya, Sabtu (3/3/2018).

Politisi PDI P tersebut mengungkapkan, program itu harus dijalankan dan terus melakukan pembenahan. Ia mencontohkan objek wisata Banyuangi dan Bali.

“Pada awalnya, wisata di Banyuangi dan Bali tidak langsung besar. Tidak langsung secara instan banyak pengunjungnya. Tetapi lambat laut. Begitu juga Sumenep ini perlu untuk terus melakukan pembenahan,” terangnya.

Fauzi optimis dengan sejumlah objek wisata yang dimiliki pemerintah yang memiliki 126 pulau akan terus maju. Apalagi objek-objek wisata yang dimiliki terbilang unik. Seperti halnya potensi wisata Giliyang. Pulau yang terdiri dari Desa Bancamara dan Banraas, Kecamatan Dungkek memiliki oksigen terbaik kedua di dunia.

“Kami memilik wisata unik dan itupun tidak dimiliki oleh daerah lainnya, yakni wisata Kesehatan di pulau Gili Iyang. Disitu kadar oksigen 21 persen,” tukasnya.

 

( LD/Hoki/Yd )

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply