banner 728x90

Silahturahmi Betawi Bangkit dan Bekasi Raya Gelar ParadeBudaya &Tasyakuran Gedung Juang 45

Spread the love

BEKASI, INDEPNEWS.Com – Tasyakuran Gedung Juang 45 yang diisi dengan pagelaran seni yang bertajuk Kearifan Budaya Lokal Bekasi. Acara ini terselenggara berkat kekompakan para seniman Betawi yang ada di Kabupaten Bekasi, diantaranya Betawi Bangkit yang diketuai David Darmawan dan Silahturahmi Bekasi Raya SBR yang diketuai Nasrio Chevi Macho.

Terpilih sebagai ketua panitia, David Dharmawan turut hadir juga kades Srijaya Kecamatan Tambun Utara Bapak H. Dramin Sada, SH.

Acara ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 23 s/d 25 Februari 2018 ini berbagai macam kegiatan diantaranya seni Topeng Betawi, Ondel ondel, festifal pencak silat,  santunan anak yatim dan kegiatan lainnya.

Pagelaran yang bersumber dari dana CSR dan sumbangan masyarakat ini menjadi hiburan masyarakat setempat dan juga dari luar Bekasi. Yang menyaksikan sangat antusias karena menjadi magnet kerinduannya pada hiburan kesenian lokal Bekasi ini.

Pagelaran Tasyakuran Gedung Juang 45 ini juga bertujuan mengangkat wisata cagar budaya Gedung Juang 45 Tambun serta mengajak masyarakat Bekasi untuk melihat dan mengenang nilai sejarah dari Gedung Juang 45 ini.

Kesempatan ini, Mitar Rosadi, SE salah satu tokoh pemuda yang juga Anggota Silahturahmi Bekasi Raya menyoroti kondisi Gedung Juang 45 mengatakan, “Gedung yang dibangun gagah tahun 1901 pada zaman Kolonial Belanda sudah pernah dilakukan renofasi dengan tidak mengurangi keasliannya oleh Pemerintah Daerah Kabuapaten Bekasi pada APBD TA 2017. Dengan besaran anggaran Rp 9.751.966.000 lama waktu pengerjaan mulai 19 September 2017 dan selesai pada 17 Desember 2017 oleh PT. Tarida Sejahtera. Gedung Juang saat ini masih dalam masa pemeliharaan hingga 6 bulan ke depan setelah tanggal selesai pengerjaan oleh PT. Tarida Sejahtera,” ungkapnya.

“Saya atas nama masyarakat Bekasi yang peduli kepada pelestarian gedung ini meminta kepada pihak PT. Tarida Sejahtera untuk segera melakukan perbaikan kembali ruang – ruang yang sudah rusak lagi seperti kamar mandi atas yang lantainya bocor ke bawah hingga membuat banjir ruangan bawahnya,” ujar Mitar Rosadi, SE.

Di sela-sela kemeriahan dan kesuksesan acara, “kerusakan bangunan itupun menjadi tontonan masyarakat yang hadir tentang kurangnya pemeliharaan dan menjadi pertanyaan pelaksanaan Renofasi dengan uang rakyat sebegitu besar,” pangkasnya.

( Erna SK/Suhendi )

banner 468x60
author

Author: