banner 728x90

Kabid Pembinaan SMP KKR: Masih Ada Sekolah Listriknya Nyala Pada MalamSaja

Spread the love

KUBU RAYA, INDEPNEWS.Com – Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Syariff Firdaus memaparkan sekolah tingkat SMP dan sederajat yang mengikuti Ujian Nasional di Kabupaten Kubu Raya berjumlah 9794 siswa yang dilaksanakan di 226 SMP sederajat. Dengan menggunakan 600 ruangan.

“27 SMP sederajat di dalamnya akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), baik itu SMP Negeri sampai dengan swasta dan madrasah. Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan, karena datanya masih bergerak. Jika dibandingkan dua tahun lalu UNBK di Kubu Raya hanya diikuti sebanyak satu sekolah saja. Sedangkan ditahun 2017 yang lalu hanya dua sekolah saja. Dan ditahun ini melonjak menjadi 27 sekolah, sesuai data yang berhasil kami himpun sampai hari ini,” papar Firdaus saat diwawancarai diruangannya pada Senin (19/2).

Menurut Firdaus Disdikbud Kabupaten Kubu Raya menargetkan UNBK ditahun 2018 hanya diikuti sebanyak sembilan sekolah yang ada di sembilan Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya.

Kuatnya antusias dari Sekolah – Sekolah SMP yang ada di Kubu Raya untuk mengikuti UNBK ini, membuat pelonjakan di luar perkiraan di tahun 2018. Dan 27 SMP Sederajat tersebut, sampai saat ini, sudah siap untuk megikuti UNBK.

“Syarat utama dalam melaksanakan UNBK yaitu harus mempunyai tiga metode, pertama Online, kedua Offline, dan terkahir online. Kiriman soalnya Online, kemudian pada saat pengerjaan soalnya Offline, dan pada saat pengiriman jawabannya, online lagi. Inilah Model pelaksanaan UNBK,” ujar Firdaus.

Firdaus menuturkan, tidak semua sekolah di Kubu Raya dapat melaksanakan kegiatan UNBK, dikarenakan kendala yang berkaitan dengan Sarana dan Prasarana (Sarpras), yaitu perangkat Komputer.

“Jadi sekolah yang akan melaksanakan UNBK, secara otomatis harus memiliki perangkat Komputer, Server, Jaringan LAN, Jaringan Internet, dan yang paling penting sekolah harus mempunyai listrik. Sekolah – Sekolah di Kubu Raya, khususnya di tingkat SMP belum bisa melaksanakan UNBK secara menyeluruh, karena belum memiliki perangkat komputer yang cukup. Dan kalaupun sudah ada Komputer, kemungkinan sekolah tersebut belum memiliki Jaringan LAN ataupun jaringan internetnya. Bahkan sampai saat ini masih ada juga sekolah yang listriknya itu menyala hanya pada saat malam hari, sedangkan siang hari belum menyala, sehingga tidak memungkinkan sekolah tersebut untuk mengikuti UNBK,” tutur Firdaus.

Kata Firdaus, pihaknya akan senantiasa berusaha untuk meminta instansi – instansi terkait dalam listrik untuk menghidupkan listrik di sekolah – sekolah yang listriknya hanya hidup di malam hari. Bahkan, pihaknya akan mempersiapkan genset agar sekolah tersebut bisa mengikuti UNBK.

“Tentunya hal ini kita kembalikan lagi kepada kemampuan sekolah, dikarenakan Pemerintah sendiri belum mampu untuk mengaggarkan UNBK ini. Walaupun sudah ada bantuan dari Kementrian Pusat, namun jumlahnya sangat terbatas, seperti bantuan Komputer yang diterima oleh tiga SMP Negeri di Kubu Raya, yang jumlahnya masing – masing 20 unit per sekolah. Sedangkan untuk keperluan sekolahnya saja, itu masih jauh dari cukup,” kata Firdaus.

Firdaus menerangkan, Disdikbud Kabupaten Kubu Raya sampai saat ini terus melakukan sosialisasi tentang pelaksanaan UNBK, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kemendikbud, agar pelaksanaan UNBK bisa terkaver sebanyak 70% Sekolah ditiap – tiap Kabupaten.

“Namun masih banyak daerah – daerah yang belum bisa mencapai target tersebut, termasuk juga Kabupaten Kubu Raya. Kita sendiri sebenarnya menargetkan sembilan sekolah di sembilan Kecamatan, namun ternyata terdapat peningkatan sebanyak 27 sekolah yang sudah siap mengikuti UNBK. Karena kita memahami kondisi Infrastruktur dan sarana – prasarana di wilayah kita masih sangat terbatas,” terang Firdaus.

Jadi intinya kita sudah melakukan sosialisasi tentang UNBK, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kemendikbud, agar pelaksanaan UNBK bisa terkaver sebanyak 70% Sekolah di tiap – tiap Kabupaten. Dan terus mendorong sekolah untuk sesegera mungkin melengkapi Sarana dan Prasarana sekolahnya masing – masing.

“Memang kendalanya, sekolah – sekolah tidak boleh melakukan pembelian Komputer menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana BOS itu hanya boleh digunakan untuk membeli satu unit komputer saja pertahun, dan hal ini sungguh tidak masuk akal. Jadi jika sekolah itu memerlukan 20 Komputer, perlu waktu 20 tahun untuk memenuhi kebutuhan komputer ini sungguh tidak masuk akal.

Alternatifnya kita dorong sekolah – sekolah SMP Sederajat di Kabupaten Kubu Raya untuk menumpang, di SMA atau SMK terdekat yang sudah memiliki komputer yang lengkap. Secara perlahan kita juga sudah menghitung kesanggupan anggaran daerah dan usulan kepada Kementrian, agar kebutuhan komputer ini dapat terpenuhi. Mudah – mudahan tahun depan, keperluan tentang perangkat komputer ini dapat teratasi, baik itu pembiayaan dari APBD maupun pembiayaan dari Kementrian,” tutup Firdaus dengan Jelas.

(Viky / Redaksi)

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply