banner 728x90

Tokoh Maluku Ancam Melaporkan Transvison Group ke KPI

Spread the love


JAKARTA, INDEPNEWS.Com – Terkait penayangan oleh salah satu TV Swasta miliki Transvision Group yakni Trans TV dalam program One The Spot mengenai suka batik di pulau seram tidak sesuai dengan fakta budaya dan adat membuat masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur, “marah”.

Salah satu tokoh muda dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Sandri Rumanama meminta pihak Tranvision Group untuk meminta maaf dan mengklarifikasikan, karena dianggap tidak sesuai dengan etika penyiaran. Hal ini disampaikan Sandri saat ditemui di Haris Hotel Jakarta Selatan.

Sandri meminta agar Direksi program On The Spot dicopot dari jabatannya karena dianggap melanggar etika penyiaran dengan menyajikan informasi yang tidak benar, desaknya.

“Teledor bangat mereka tiba tiba langsung menayangkan apa yang mereka sendiri tidak tahu, ini gak profesional kerja mereka,” ungkap Sandri.

Kemarahan masayarakat terhadap kasus ini akibat salah dalam menyebutkan tempat asal muasal Suka Bati serta menganimasikan Suka Bati sebagai sosok makhaluk misterius seperti kelelawar atau monster pemakan manusia, hal disiarkan oleh trans TV pada tanggal 12 Oktober 2017 membuat semua masyarakat Maluku terkhusus Kabupaten Seram Bagian Timur marah besar, paparnya

Hal ini dianggap tidak benar oleh masyarakat setempat & dianggap menghina suka batik, bahkan mulai dari anggota DPRD dari tempat bersama tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama agar menduduki KPI guna menyegel frekuensi penyiaran milik Trans TV.

( Jono )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan