banner 728x90

Kapolda Apresiasi Polres yang Berhasil Amankan Belasan Orang Diduga Lakukan PETI

Spread the love

BENGKAYANG, INDEPNEWS.Com – Polres Kabupaten Bengkayang berhasil mengamankan belasan para pekerja yang diduga telah melakukan PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di Dusun Pombay Desa Lembah Bawang Kecamatan Lembah bawang Kabupaten Bengkayang pada Kamis (19/10).

Kapolres Bengkayang AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan pengamanan tersebut dilakukan ketika Anggota Polres Kabupaten Bengkayang sedang melaksanakan razia penertiban Peti.

“Pada saat Razia itulah, Anggota Polres Kabupaten Bengkayang berhasil mengamankan belasan para pekerja yang diduga melakukan Peti, kemudian kita lakukan penangkapan terhadap (RB) dan 11 pekerja lainnya, saat sedang melakukan aktifitas Peti. Selanjutnya mereka dan BB akan dibawa ke Mapolres Bengkayang guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar dia.

Dirinya memaparkan, Barang Bukti yang berhasil disita dari kegiatan tersebut berupa satu unit mesin domoeng, satu unit dinamo warna orange, satu unit blower, satu buah selang air, satu buah mesin pengantar dan satu unit panbel.

“Selain itu, ada juga BB yang lain seperti sembilan buah pahat, tiga buah palu, Satu buah engkolan, dua buah sendik pasir, Satu buah hamer/martil dan 1/2 karung batu pecahan yang diduga batu yang ada emasnya,” papar dia,

Ditambahkan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs. Erwin Triwanto mengaku bahwa dirinya sangat mengapresiasi kinerja Polres Bengkayang beserta jajarannya yang berhasil kembali menindak penambang liar diwilayah Kabupaten Bengkayang.

“Penambangan emas ilegal ini memang menjadi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan luar biasa, para penambang emas ini kita proses sesuai hukum,” tegas Kapolda Kalbar.

Menurut Kapolda Kalbar, hukum harus ditegakkan, namun bukan hanya pekerja lapangan dan pendulangnya saja yang akan diproses, tetapi kembangkan juga kepada para pengusaha, penampung dan pemodal yang membeli hasil tambang.

“Kita proses juga kepada pihak – pihak yang terlibat dalam hal ini, sedangkan para pelaku kita terapkan UU Minerba dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda Rp 10 Miliar Rupiah,” tutup Kapolda Kalbar dengan bangga.

 

(Mia / Viky / Tim)

banner 468x60
author

Author: